Welcome To AMIIN
ASPIRASI MASYARAKAT INTELEKTUAL ISLAM NUSANTARA
Bidang Pengabdian

Bidang Pengabdian

Bidang pengabdian Amiin kepada masyarakat diantaranya

Sosial

Yayasan AMIIN senantiasa menjalani misi mulia dengan memberdayakan masyarakat melalui program-program pengabdian sosial yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan

Kemanusiaan

Yayasan AMIIN memberikan bantuan dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai bidang kehidupan.

Keagamaan

Yayasan AMIIN mengemban tanggung jawab pengabdian keagamaan dengan memberikan bimbingan spiritual, pendidikan agama, dan bantuan kepada masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Usaha

Yayasan AMIIN memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai usaha seperti pelatihan, bantuan modal, dan pemasaran untuk membantu pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) demi kemajuan ekonomi lokal.

Berita

Berita terbaru seputar AMIIN.

Bersama Dreamsea, Hanafi Lakukan Digitalisasi Manuskrip di Jember

Amiin.or.id – Sebagai salah satu warisan para leluhur, kondisi manuskrip yang tersimpan di masyarakat seringkali kurang mendapatkan perhatian. Banyak sekali manuskrip yang tersimpan mengalami kerusakan, baik dikarenakan usia maupun dikarenakan penyimpanan yang kurang tepat. Hal ini menjadikan kegiatan penyelamatan manuskrip penting untuk segera dilakukan, salah satunya adalah melalui digitalisasi.
Pada 28 Oktober – 01 November 2022, Ahmad Hanafi, M. Hum. bersama tim Dreamsea telah melakukan penyelamatan manuskrip di Jember melalui kegiatan digitalisasi. Selama lima hari, tim berhasil mendigitalkan manuskrip sebanyak delapan manuskrip.
Sebagai dosen Filologi UIN KHAS Jember sekaligus pengurus AMIIN (Aspirasi Masyarakat Intelektual Islam Nusantara), Ahmad Hanafi menegaskan bahwa kegiatan digitalisasi ini bertujuan untuk menjamin kebertahanan isi manuskrip. Usia dan kerusakan yang terjadi pada manuskrip menjadikan informasi yang terkandung di dalamnya terancam hilang. Ditakutkan, tanpa penanganan yang tepat, generasi berikutnya akan kehilangan akar sejarah leluhurnya. “Manuskrip ini harus segera didigitalkan agar dapat terus diakses oleh para generasi mendatang,” ungkapnya.
Dreamsea (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscript in Southeast Asia) merupakan salah satu program digitalisasi hasil kerjasama PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) UIN Jakarta dengan CSMC (Centre for the Study of Manuscript Cultures) University of Hamburg Jerman. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan upaya penyelamatan manuskrip melalui kegiatan digitalisasi. Hasil dari digitalisasi dapat diakses melalui situs dreamsea.co. Diharapkan, melalui kegiatan digitalisasi ini, warisan leluhur bangsa tetap terjaga dan dapat diakses oleh generasi yang akan datang.
Hanafi Lakukan Digitalisasi Manuskrip



Dosen UIN KHAS Jember Sekaligus Pengurus AMIIN Paparkan Potensi Manuskrip Sebagai Local Content

Amiin.or.id – Perpustakaan perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menyediakan informasi bagi masyarakat akademiknya. Salah satu yang dapat disediakan adalah menyediakan local content (konten lokal) sebagai salah satu informasi yang dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa. Sayangnya, beberapa pengelola perpustakaan masih menyandarkan istilah local content sebatas pada hasil karya intelektual dosen dan mahasiswa. Masih jarang yang menjadikan kearifan lokal masyarakat sekitar sebagai informasi penting yang dapat dilayankan.
Hal tersebut disampaikan oleh Fiqru Mafar, M. IP., dosen UIN KHAS Jember sekaligus Pengurus AMIIN dalam Series Sharing APPTIS. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin tersebut dilaksanakan via Zoom pada 26 Oktober 2022. Pada kegiatan tersebut, Fiqru memaparkan potensi manuskrip sebagai salah satu warisan kearifan lokal leluhur masyarakat untuk dikelola oleh perpustakaan perguruan tinggi. Menurutnya, sebagai lembaga informasi, perpustakaan perguruan tinggi juga berkewajiban untuk menjaga khazanah budaya masyarakat sekitar. “Perpustakaan perlu mengelola manuskrip sebagai bentuk pelestarian khasanah budaya bangsa,” ungkapnya.
Berbagai hal dapat dilakukan dalam rangka menjaga warisan budaya tersebut, salah satunya adalah melalui kegiatan digitalisasi naskah. Kecenderungan masyarakat untuk menyukai hal-hal yang berbau digital menjadikan peluang naskah digital sebagai salah satu media baru dalam mengenalkan naskah kuno kepada pemustaka. Penyediaan akses naskah digital di perpustakaan diharapkan mampu memberikan informasi terkait ilmu pengetahuan apa saja yang terekam di dalam naskah kuno tersebut.
Pada salah satu pemaparannya, Fiqru Mafar menampilkan peta digitalisasi naskah yang telah dilakukan melalui program EAP dan Dreamsea. Peta yang ditampilkan ternyata memancing pertanyaan salah satu pustakawan UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Ahmad Syawqi, M. PdI. “Tadi di peta kenapa wilayah Kalimantan terlihat belum ada digitalisasi?” tuturnya. Sebagai konfirmasi, Fiqru Mafar menyampaikan bahwa belum masuknya Kalimantan sebagai salah satu wilayah yang pernah melakukan digitalisasi dikarenakan beberapa hal. Salah satunya adalah karena memang belum pernah ada kegiatan digitalisasi naskah di wilayah Kalimantan melalui dua program tersebut. “Saya rasa ini menjadi peluang bagi pustakawan untuk menjalin kerjasama dalam rangka digitalisasi manuskrip atau naskah kuno,” jelas Fiqru Mafar. Informasi tersebut memberikan gambaran bahwa peluang kolaborasi antar lembaga dalam kegiatan digitalisasi manuskrip masih terbuka lebar. Diharapkan, dapat terjalin kegiatan kerjasama antara Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin dengan lembaga-lembaga lain dalam mewujudkan kegiatan digitalisasi, baik di wilayah Kalimantan Selatan khususnya, maupun di wilayah Kalimantan pada umumnya.
Selain sebagai dosen, Fiqru Mafar juga merupakan salah satu pengurus AMIIN (Aspirasi Masyarakat Intelektual Nusantara). Beliau juga merupakan salah satu pengurus Manassa (Masyarakat Pernaskahan Nusantara). Menurutnya, peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga tersebut sangat terbuka lebar. “Karenanya, mari bersama-sama saling berkolaborasi untuk mewujudkan manuskrip sebagai salah satu local content pada perpustakaan perguruan tinggi,” imbuhnya. Potensi Manuskrip Sebagai Local Content



AMIIN melalui Bidang Pendidikan Berhasil Menerbitkan 4 Jurnal Baru

Amiin.or.id – Aspirasi Masyarakat Intelektual Islam Nusantara pada tahun 2022 berhasil menerbitkan empat jurnal internasional baru. Keempat jurnal tersebut adalah: (1) LANGGAR: Journal of Social, Humanities, and Islamic Study; (2) Permadani: Journal of Teaching and Educational Management; (3) Panitera: Journal of Law and Islamic Law; dan (4) META: Journal of Science and Technological Education.
Ketua Amiin, Depict Pristine, menyatakan bahwa jurnal internasional yang diterbitkan ini bertujuan untuk mendukung misi organisasi, yaitu meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan melalui publikasi ilmiah. Beliau berharap jurnal-jurnal ini kedepannya bermanfaat bagi para peneliti untuk mempublikasikan karya ilmiahnya, dan bagi mahasiswa, siswa, atau masyarakat umum untuk mengetahui tren faktual terkini terkait suatu bidang pengetahuan.
Kabid Pendidikan Amiin, Mawardi Purbo, di tempat terpisah menyatakan bahwa organisasi akan berkerja sebaik mungkin untuk menerima dan menerbitkan artikel-artikel yang berkualitas melalui jurnal yang dikembangkan ini. Targetnya, Amiin akan memiliki jurnal yang dari sisi kualitas dan kuantitasnya unggul dan terindeks Nasional maupun Internasional. Mawardi menambahkan bahwa penerbitan jurnal merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Amiin.
Jurnal AMIIN

About

Sejarah Yayasan AMIIN

Contact Us

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

General: info@amiin.or.id

Yayasan: Depict (depict@amiin.or.id)

Support: Fiqru (fiqru@amiin.or.id)